Mencermati perkembangan dunia pendidikan saat kini tampaknya makin banyak maslah bermunculan. Salah satu contoh yang nyata dan terus terjadi di sekolah-sekolah adalah menurunnya moralitas siswa-siswi (baca: pelajar). Semua orang tahu bahwa saat ini pelajar-pelajar kita tampaknya lebih mementingkan nilai hasil belajar daripada pembentukan moral yang bagus. Belakangan muncul kasus perkelahian pelajar putri di berbagai daerah. Kasus ini sebagai salah satu contoh betapa kian merosotnya moral-moral pelajar saat ini. Belum lagi kasus-kasus menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah. Keadaan seperti apabila berkelanjutan secara terus-menerus benar-benar akan menghancurkan bangsa ini. Para pelajar... baca selengkapya......
Rabu, 11 Maret 2009
Rabu, 11 Februari 2009
MENCONTEK ATAU MENYONTEK
Dalam percakapan sehari-hari sering kita dengar beberapa siswa mengucapkan kalimat berikut:
1. Hai... tadi temanku sewaktu ulangan mencontek dengan memakai kertas kecil.
2. Oh...ya... tadi Gatot teman sebangkuku juga menyontek hasil pekerjaan temannya.
Apabila kita mencermati dua kalimat tersebut ada dua kata yang berbeda. Kalimat tersebut menggunakan kata mencontek. Sementara itu, kalimat kedua menggunakan kata menyontek.
Mana yang benar mencontek atau menyontek?
Untuk menganalisis kata yang benar, mari kita lihat bentuk dasarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita tidak akan menjumpai bentuk kata dasar contek. Kita akan menjumpai bentuk dasar sontek. Apabila bentuk sontek kita tambahkan awalan/prefiks me- maka akan menjadi bentukan menyontek, bukan mencontek, sebab huruf awal /s/ akan luluh menjadi /ny/. Sebagai perbandingan mari kita lihat contoh lain!
1. bentuk dasar sobek akan menjadi menyobek
2. bentuk dasar sentuh menjadi menyentuh
3. bentuk dasar suntik menjadi menyuntik
Oke, sekarang sangat jelas bentuk yang benar yaitu menyontek bukan mencontek! Bagaimana jelas dong!!! Silakan pakai yang benar!
1. Hai... tadi temanku sewaktu ulangan mencontek dengan memakai kertas kecil.
2. Oh...ya... tadi Gatot teman sebangkuku juga menyontek hasil pekerjaan temannya.
Apabila kita mencermati dua kalimat tersebut ada dua kata yang berbeda. Kalimat tersebut menggunakan kata mencontek. Sementara itu, kalimat kedua menggunakan kata menyontek.
Mana yang benar mencontek atau menyontek?
Untuk menganalisis kata yang benar, mari kita lihat bentuk dasarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita tidak akan menjumpai bentuk kata dasar contek. Kita akan menjumpai bentuk dasar sontek. Apabila bentuk sontek kita tambahkan awalan/prefiks me- maka akan menjadi bentukan menyontek, bukan mencontek, sebab huruf awal /s/ akan luluh menjadi /ny/. Sebagai perbandingan mari kita lihat contoh lain!
1. bentuk dasar sobek akan menjadi menyobek
2. bentuk dasar sentuh menjadi menyentuh
3. bentuk dasar suntik menjadi menyuntik
Oke, sekarang sangat jelas bentuk yang benar yaitu menyontek bukan mencontek! Bagaimana jelas dong!!! Silakan pakai yang benar!
Selasa, 10 Februari 2009
SEKEDAR ATAU SEKADAR
Mencermati kosa kata bahasa Indonesia sungguh sangat beragam. Salah satunya, kita mengenal dua kata yang kadang kala sering dipakai oleh sebagian orang. Dua kata tersebut adalah sekedar dan sekadar. Manakah yang benar sesuai aturan bahasa Indonesia. Sekadar atau sekedar?. Untuk memahami pemakaian kata ini, coba kita tengok penggunaannya dalam konteks kalimat berikut!
1. Silakan Anda menikmati hidangan ini sekedar untuk mengganjal perut.
2. Terimalah pemberian ini sekadar rasa terima kasih saya untukmu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bentuk dasar sekadar dan sekedar adalah kadar. Apabila bentuk kadar mendapat tambahan prefiks atau imbuhan se- maka menjadi sekadar, bukan sekedar. Untuk perbandingan coba perhatikanj kalimat berikut.
1. Kadar emas yang saat ini harganya tinggi adalah yang mempunyai kadar 24 karat.
Kita tidak dapat mengganti kalimat tersebut menjadi:
1. Kedar emas yang saat ini harganya tinggi adalah yang mempunyai kedar 24 karat.
Jadi, sangat jelas pemakaian yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah sekadar bukan sekedar. Bagaimana? Jelas!
1. Silakan Anda menikmati hidangan ini sekedar untuk mengganjal perut.
2. Terimalah pemberian ini sekadar rasa terima kasih saya untukmu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bentuk dasar sekadar dan sekedar adalah kadar. Apabila bentuk kadar mendapat tambahan prefiks atau imbuhan se- maka menjadi sekadar, bukan sekedar. Untuk perbandingan coba perhatikanj kalimat berikut.
1. Kadar emas yang saat ini harganya tinggi adalah yang mempunyai kadar 24 karat.
Kita tidak dapat mengganti kalimat tersebut menjadi:
1. Kedar emas yang saat ini harganya tinggi adalah yang mempunyai kedar 24 karat.
Jadi, sangat jelas pemakaian yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah sekadar bukan sekedar. Bagaimana? Jelas!
Senin, 02 Februari 2009
Minggu, 01 Februari 2009
Tentang Bahasa
Bahasa Indonesia tampaknya kian hari kian memprihatinkan. Banyak pemakaian bahasa Indonersia yang sebenarnya salah kaprah. Kalangan pebisnis, birokrat, politikus, bahkan pelajar semakin hari kian 'mengacaukan' bahasa Indonesia. Untuk itu , melalui forum ini akan saya bahas berbagai ragam kesalahan-kesalahan mendasar pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan berkomunikasi sehari-hari.
paktar-sma3
paktar-sma3
Langganan:
Postingan (Atom)